JAKARTA, Redaksipotret.co – Pada 6 April 202Telkom telah menandatangani Perjanjian Pemisahan Bersyarat (Conditional Spin-off Agreement/CSA) untuk mengintegrasikan IndiHome ke Telkomsel.
Aksi korporasi ini merupakan salah satu bagian dari implementasi strategi utama Five Bold Moves, tepatnya Fixed Mobile Convergence atau FMX.
FMC nantinya bertujuan untuk menyediakan variasi layanan broadband terbaik, memperkuat bisnis, dan mewujudkan inklusi digital di Indonesia.
Dengan mengintegrasikan IndiHome dan Telkomsel maka Business to Consumers (B2C) di TelkomGroup akan sepenuhnya dikelola oleh Telkomsel. Sementara Telkom ke depannya akan fokus pada segmen Business to Business (B2B).
‘’Bersamaan dengan integrasi ini, terdapat perubahan komposisi kepemilikan di Telkomsel, dimana kepemilikan efektif Singtel di Telkomsel menjadi 30,1 persen, sementara kepemilikan Telkom di Telkomsel naik menjadi 69.9 persen,’’ kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom dalam siaran pers, Sabtu (29/4/2023).
Sementara itu, pada segmen Consumer, pendapatan IndiHome tercatat sebesar Rp7,2 triliun atau tumbuh positif 5,0 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi 19,9 persen dari total pendapatan Perseroan dan EBITDA yang stabil pada kisaran 50 persen.
Pertumbuhan pelanggan IndiHome sebesar 7,0 persen dari akhir tahun lalu menjadi 9,4 juta pelanggan, 65 persen di antaranya merupakan pelanggan Dual Play dan 35 persen pelanggan Triple Play. ARPU IndiHome berada pada kisaran harga Rp264 ribu.
Penulis : Redaksi Potret Editor : Syahriah Amir

















































