JAYAPURA, Redaksipotret.co – Secara kumulatif, total nilai impor nonmigas pada periode Januari-Juni 2024 senilai US$ 5.414,49 atau mengalami peningkatan sebesar 71,67 persen dibandingkan dengan nilai kumulatif impor nonmigas pada periode Januari – Juni 2023 yang senilai US$ 3.153,98 ribu.
Impor dari tujuh negara utama pada Juni 2024 tercatat sebesar US$301,52 ribu atau naik sebesar 135,75 persen dibanding Mei 2024 sebesar US$127,90 ribu.
Negara pemasok barang terbesar ke Papua pada Juni 2024 adalah Australia senilai US$204,62 ribu atau 55,18 persen, Taiwan senilai US$54,31 ribu atau 14,65 persen, dan Papua Nugini senilai US$42,60 ribu 11,49 persen, dan Jepang senilai US$40,09 ribu atau 10,81 persen.
“Adapun jenis golongan barang yang diimpor yaitu mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS84), barang dari golongan Kopi, teh, dan rempah-rempah (HS09), barang dari golongan Olahan dari daging, ikan, krustasea, dan moluska (HS16),” jelas Adriana Helena selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua di Jayapura.
“Kemudian, barang dari golongan olahan dari tepung (HS19), barang dari mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS85) dan berasal dari golongan nonmigas lainnya,” jelasnya.
Editor : Syahriah Amir




















































