JAYAPURA, Redaksipotret.co – Perum Bulog Kanwil Papua telah mendatangkan kurang lebih 13 ribu ton beras impor kualitas medium dari Vietnam dan Thailand dengan tingkat pecah 5 persen.
Sebanyak 6.650 ton tiba di Pelabuhan Jayapura, sementara, tiba di Pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya sebanyak 6.723 ton pada Rabu (15/5/2024) telah dilakukan pembongkaran dan diperkirakan rampung dua pekan.
Manager Pengadaan Perum Bulog Kanwil Papua, Arwan Taufiq mengatakan, beras tersebut didatangkan untuk memperkuat ketahanan stok.
“Ketersediaan beras saat ini sebanyak 22.067 ton, ditambah beras impor 13 ribu ton, sehingga ketahanan stok di Kanwil Papua hingga lima bulan kedepan, ” ujar Arwan di Jayapura, Kamis (16/5/2024).
Arwan menyebut beras impor tersebut akan didistribusikan ke empat jalur, yaitu bantuan pangan, ASN dan TNI/Polri, operasi pasar dan cadangan pangan jika terjadi bencana, termasuk memenuhi kebutuhan di Wamena, Jayawijaya.
Beras impor yang didatangkan dari dua negara tersebut merupakan kedua kalinya. Sebelumnya pada 8 November 2023, Perum Bulog Kanwil Papua telah mendatangkan sebanyak 11 ribu ton.
Arwan mengatakan, perlu mendatangkan beras impor lantaran tiga tahun terakhir pasca pandemi Covid19, produksi beras dalam negeri tidak optimal.
Selain beras impor, Perum Bulog Kanwil Papua memperkuat ketahanan stok dengan mendatangkan beras dalam negeri dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur sebanyak 41 ribu ton.
Editor : Syahriah Amir























































