JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua menerima audiensi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Jayapura yang dipimpin langsung oleh Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon.
Audiensi untuk membahas peluang kolaborasi dalam meningkatkan literasi keuangan serta memperluas akses masyarakat terhadap pasar modal di Kabupaten Jayapura.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya BEI Papua dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan di Papua.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai sejumlah program edukasi dan pengembangan pasar modal yang berpotensi dilaksanakan secara kolaboratif sepanjang tahun 2026.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa, menyampaikan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi pasar modal kepada masyarakat.
“BEI Papua terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal. Melalui sinergi ini diharapkan semakin banyak masyarakat, pelaku UMKM, maupun generasi muda di Kabupaten Jayapura yang memahami investasi yang legal, aman, dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan ekonomi,” ujar Kresna.
Sementara itu, Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BEI Papua merupakan langkah penting untuk membuka wawasan masyarakat mengenai peluang investasi dan sumber pembiayaan yang lebih luas.
“Kami melihat pasar modal sebagai salah satu instrumen penting yang dapat mendukung pengembangan ekonomi daerah. Melalui kerja sama dengan BEI Papua, kami berharap masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Jayapura dapat semakin memahami investasi yang benar serta memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber pembiayaan,” ujar Gustaf.
Dalam pertemuan tersebut, DPM-PTSP Kabupaten Jayapura memaparkan beberapa gagasan program kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama BEI Papua, antara lain sosialisasi pasar modal bagi masyarakat, penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Daerah (SPMD), pengembangan pusat edukasi investasi di wilayah distrik, serta kampanye edukasi investasi aman guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap investasi yang legal.
Selain itu, turut dibahas rencana penguatan kapasitas pelaku usaha lokal melalui program pendampingan menuju pasar modal serta kemungkinan penyelenggaraan forum investasi daerah yang dapat mempertemukan pelaku usaha dengan investor dan pemangku kepentingan terkait.
BEI Papua menyambut baik inisiatif tersebut sebagai langkah positif dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di wilayah Papua, sekaligus mendukung terciptanya iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Jayapura.
Ke depan, BEI Papua dan DPM-PTSP Kabupaten Jayapura akan menindaklanjuti hasil audiensi ini melalui penyusunan rencana kerja bersama serta koordinasi teknis untuk implementasi berbagai program edukasi dan pengembangan pasar modal di daerah.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Papua yang mengenal dan memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sarana investasi yang legal, transparan, dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Rilis)























































