JAYAPURA, Redaksipotret.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua mencatat jumlah penyaluran kredit pada bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) meningkat sebesar 7,76 persen pada periode Maret 2024 dibandingkan periode yang sama tahun 2023 dengan rasio Non Performing Loan atau NPL sebesar 2.82 persen.
Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Papua, Yosua Rinaldy menyampaikan, penyaluran kredit di Papua masih ditopang oleh sektor konsumsi dengan kontribusi sebesar 52,42 persen dari total kredit yang disalurkan.
“Hingga posisi Maret 2024, jumlah kredit yang disalurkan oleh bank umum dan BPR sebesar Rp40.05 triliun, sementara, pada Maret 2023 penyaluran kredit sebesar Rp37,16 triliun,” jelas Yosua dalam kegiatan Bincang Bareng Media di Jayapura, Selasa (7/5/2024).
OJK, sebut Yosua, mengapresiasi perbankan yang telah berkontribusi positif terhadap perekonomian di Papua melalui penyaluran kredit dan digunakan oleh debitur sebagai modal kerja dan juga konsumsi.
“Kendati sektor konsumsi lebih dominan pada penyaluran kredit di Papua, hal tersebut memberikan dampak positif lantaran mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Sementara itu, total aset perbankan di Papua posisi Maret 2024 mencapai Rp88,95 triliun yang terdiri dari aset Bank Umum Rp86,83 triliun dan aset BPR Rp2,12 triliun. Angka ini, sebut Yosua, mengalami kenaikan dan penurunan masing-masing sebesar 7,57 persen dan minus 21,83 persen.
Selain bank umum dan BPR, OJK juga mencatat kinerja perbankan syariah yang tumbuh positif pada triwulan pertama tahun 2024.
“Penyaluran pembiayaan perbankan syariah meningkat 8.04 persen dibandingkan Maret 2023 dengan rasio non performing financing atau NPF masih dalam kategori aman, berada pada nilai 2,79 persen,” jelas Yosua.
Pada Maret 2024, perbankan syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp39,03 triliun, sementara, pada Maret 2023 tercatat Rp36,13 triliun. Dana Pihak Ketiga atau DPK tercatat mengalami kenaikan dari Rp45,51 triliun pada Maret 2023 menjadi Rp47,12 triliun pada Maret 2024, meningkat 3,54 persen.
Editor : Syahriah Amir






















































