JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pemerintah Provinsi Papua siap memacu peningkatan produksi daging sapi untuk mensukseskan program bergizi gratis. Salah satu upayanya dengan program Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi di kabupatan dan kota.
Asisten II Setda Papua, Setiyo Wahyudi menjelaskan, dengan menggalakan program IB di daerah diharapkan populasi ternak sapi meningkat. Sehingga ketersediaan daging sapi pun mencukupi kebutuhan daerah.
“Harapannya antara konsumsi dan produksi bisa seimbang atau surplus. Sehingga daging sapi ini tidak hanya dikonsumsi di Kota Jayapura saja, tapi bisa dijual ke daerah lain juga,” ucapnya melansir Pasificpos.com, Sabtu (16/11/2024).
Sebelumnya Asisten II Setda Papua melakukan panen pedet (anak sapi) di Koya Barat, Kota Jayapura pada Kamis, 14 November 2024.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua, M.P Koibur menyebutkan, total pedet yang dipanen mencapai 300 ekor. Jumlah tersebut merupakan total pedet hasil program IB di Kota Jayapura.
“Di lokasi kegiatan ini hanya sampel sebanyak 20 pedet. Tapi di Koya Barat total ada 200 pedet, Koya Timur 70 dan 30 di Holtekamp,” ujar Koibur.
Koibur menerangkan, program IB ini di antaranya bertujuan memperbaiki mutu genetik ternak sapi. Sebab kondisi saat ini, sapi jantan terbatas sehingga terjadi kawin sedarah yang mempengaruhi kualitasnya.
“Untuk perbaiki kualitas ini lewat program IB. Selain itu lewat program IB juga mengurangi biaya untuk mengawinkan sapi eksotik dari luar negeri dengan lokal,” katanya.
Editor : Tim Redaksipotret.co

























































