JAYAPURA, Redaksipotret.co – Dalam upaya menekan dampak kenaikan harga beras yang dikeluhkan masyarakat, pemerintah kini tengah gencar melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Program ini digulirkan sebagai langkah nyata untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai pihak, termasuk Perum Bulog dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan distribusi pangan murah hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan, serta menjamin ketersediaan stok beras di pasaran.
Kegiatan peluncuran program GPM dipusatkan di Mabes TNI Jakarta, digelar secara daring dan luring pada Kamis (24/7/2025). Di Papua, kegiatan GPM dilaksanakan di lapangan Perumahan Bucend III di Kota Jayapura.
Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu menyampaikan, Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap bersabar, karena saat ini sedang disusun regulasi serta sistem distribusi yang lebih efektif guna menstabilkan harga pangan secara berkelanjutan.
Danrem bilang, dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan tercapainya swasembada pangan sebagai solusi permanen atas fluktuasi harga bahan pokok.
“Melalui GPM ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat dapat meningkat dan struktur ekonomi rakyat semakin kokoh. Upaya bersama ini menunjukkan komitmen pemerintah, Bulog, dan TNI dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan memberikan perlindungan bagi masyarakat dari gejolak harga,” ucap Danrem.
Danrem mengatakan, Pemerintah bersama Perum Bulog dan TNI akan terus berupaya untuk membantu masyarakat dan meningkatkan ketersediaan pangan di Indonesia, termasuk di Papua.
Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari mengatakan, dalam kegiatan ini, selain beras SPHP, Perum Bulog juga menjual minyak goreng kemasan isi ulang.
“Beras SPHP dijual dengan harga Rp60.000 per sak kemasan 5 kilogram, di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram. Sementara minyak goreng dijual dengan harga Rp15.000 per liter, lebih murah dari HET yang mencapai Rp15.700 per liter,” ucap Mustari.
Dia bilang, pasar murah ini secara khusus ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kemudian, untuk memastikan pemerataan distribusi, pembelian dibatasi maksimal 2 sak beras dan 2 liter minyak goreng per orang.
Pihaknya berharap, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan serta harga di pasar.
Editor : Syahriah Amir

























































