JAYAPURA, Redaksipotret.co – Bursa bakal calon Ketua Umum (Caketum) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua akan dibuka pada 22 hingga 30 April 2026.
Tahapan ini menandai dimulainya seluruh rangkaian menuju Kongres Asprov PSSI Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2026 di Kota Jayapura.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua Asprov PSSI Papua, Benhur Tomi Mano, didampingi Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan, di Auditorium Universitas Cenderawasih, Rabu, 15 April 2026.
Tomi Mano menegaskan bahwa proses pemilihan ketua membutuhkan persiapan matang, mulai dari pembentukan panitia hingga verifikasi bakal calon. Karena itu, pihaknya telah menetapkan panitia yang siap bekerja untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar.
“Asprov PSSI Papua berkomitmen menjalankan seluruh tahapan secara terbuka dan transparan sesuai Statuta dan Peraturan Organisasi PSSI,” ujarnya dilansir dari laman Pasificpos.com.
Dia menjelaskan, dalam kongres nanti terdapat 21 voters atau pemegang hak suara. Mereka terdiri dari klub Liga 4, Asosiasi Provinsi PSSI Papua, Asosiasi Sepak Bola Wanita, Federasi Futsal Indonesia Papua, serta Askab/Askot PSSI kabupaten dan kota se-Papua.
Namun demikian, masih ada tiga Askab/Askot yang masa kepengurusannya telah berakhir. Hal ini akan segera dikoordinasikan agar dapat melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) sebelum kongres digelar.
Sementara itu, Ketua Komite Pemilihan, Ferdinand Risamasu, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan seluruh tahapan pemilihan Ketum Asprov PSSI Papua periode 2026–2030.
Dia merinci, pendaftaran bakal calon ketua, wakil ketua, dan anggota Exco berlangsung pada 22–30 April. Selanjutnya, proses verifikasi administrasi dan hasilnya diumumkan pada 18 Mei.
“Jika terdapat keberatan, pengajuan banding dibuka mulai 18 Mei hingga 6 Juni. Proses banding berlangsung hingga 9 Juni, dan hasilnya diumumkan pada 13 Juni,” jelasnya.
Tahapan berikutnya adalah penetapan calon tetap yang diumumkan. Setelah itu, Kongres Pemilihan akan dilaksanakan pada 20 Juli 2026 di Kota Jayapura.
Ferdinand menambahkan, seluruh tahapan dan persyaratan akan disampaikan secara resmi kepada para pemegang hak suara (voters), termasuk mekanisme pendaftaran yang dipusatkan di sekretariat panitia di GOR Waringin, Kotaraja, Kota Jayapura.
“Semua proses kami jalankan sesuai statuta PSSI agar menghasilkan kepemimpinan yang sah dan berkualitas bagi sepak bola Papua ke depan,” pungkasnya.
Ketua Komite Banding Pemilihan Asprov PSSI Papua, Lili Bauw, menegaskan komitmennya untuk menjaga keadilan dan transparansi dalam setiap tahapan pemilihan Ketua Asprov PSSI Papua.
Menurut Lili Bauw, dalam kondisi ideal, Komite Banding tidak memiliki peran aktif apabila seluruh proses yang dijalankan oleh Komite Pemilihan berjalan dengan baik dan tanpa kendala.
“Kalau Komite Pemilihan bekerja dengan baik dan semua tahapan berjalan mulus, maka Komite Banding pada dasarnya hanya memantau,” ujarnya.
Namun, ia menjelaskan bahwa peran Komite Banding menjadi krusial ketika muncul sengketa, khususnya jika ada calon ketua yang tidak menerima keputusan hasil verifikasi atau penetapan dari komite pemilihan.
Dalam situasi tersebut, calon yang bersangkutan memiliki hak untuk mengajukan banding, yang kemudian akan diproses oleh Komite Banding.
“Ketika ada calon yang tidak menerima keputusan, maka yang bersangkutan dapat mengajukan banding. Di situlah Komite Banding mulai bekerja,” jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan mekanisme dan ruang yang jelas untuk menampung setiap pengajuan banding agar proses penyelesaian sengketa berjalan sesuai aturan.
Selain itu, koordinasi antara Komite Pemilihan dan Komite Banding juga menjadi hal penting untuk memastikan setiap persoalan dapat ditangani dengan baik.
Lili menekankan bahwa dalam menjalankan tugasnya, harus berpegang pada dua prinsip keadilan pengambilan keputusan.
“Keputusan yang diambil harus benar-benar adil dan tidak memihak kepada siapa pun. Memang keadilan itu tidak mudah, tetapi harus diupayakan semaksimal mungkin,” tegasnya.
Dia berharap seluruh tahapan pemilihan Ketua Asprov PSSI Papua dapat berjalan lancar, profesional, serta menghasilkan keputusan yang kredibel dan dapat diterima oleh semua pihak. (Redaksi)






















































