JAYAPURA, Redaksipotret.co – Penjabat (Pj) Wali Kota Jayapura, Frans Pekey mengatakan, butuh peran aktif masyarakat dalam penanggulangan banjir di Kota Jayapura.
Menurutnya, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan masih minim dengan cara membuang sampah tidak pada tempatnya.
“Masyarakat kurang peduli terhadap lingkungan, buang sampah sembarangan, sehingga ketika hujan turun, saluran air tersumbat akibat ditutupi sampah,” kata Frans usai silaturahmi dengan insan pers di Jayapura, Rabu (26/7/2023).
Yang lebih miris lagi, kata Frans, masyarakat membangun di kawasan resapan air, dan melakukan penebangan pohon di hutan.
“Banjir yang terjadi berulang kali di Kota Jayapura banyak sebab akibatnya. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.
Dia mengakui bahwa Pemerintah Kota Jayapura bersama instansi terkait dan stakeholder lainnya terus melakukan penanganan.
“Tetapi terkendala di anggaran, sebab untuk membangun sebuah infrastruktur yang terintegrasi membutuhkan biaya besar,” kata Frans.
“Ini menjadi sebuah tantangan bagi Pemerintah Kota Jayapura dan instansi terkait untuk berpikir bersama dan bersinergi mengatasi masalah banjir di Kota Jayapura,” ujarnya.
Sebelumnya, banjir melanda Kota Jayapura pada Kamis (20/7/2023) sore. Banjir terparah terjadi di kawasan Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, dan Kelurahan Trikora, Distrik Jayapura Utara, serta beberapa titik lainnya.
Peristiwa tersebut bukan pertama kalinya terjadi di Kota Jayapura. Tahun-tahun sebelumnya, banjir kerap melanda Kota Jayapura yang disebabkan oleh saluran air tersumbat akibat sampah.
Pada Januari 2022, Kota Jayapura diterjang banjir. Peristiwa ini mengakibatkan adanya korban jiwa. Ribuan orang mengungsi.
Penulis : Syahriah Amir Editor : Syahriah Amir

























































