KEEROM, Redaksipotret.co – Di balik tenangnya hamparan hijau dan sunyinya perbukitan di Distrik Towe, sebuah rumah panggung kayu menjadi saksi bisu kepedulian tulus para prajurit TNI.
Di tempat terpencil nan sederhana itu, personel Satgas Yonif 512/QY hadir bukan hanya dengan seragam dan tugas negara, tapi juga dengan hati yang penuh kasih.
Senin (1/9/2025), mereka kembali menyambangi warga Kampung Towe Hitam, membawa pelayanan kesehatan secara cuma-cuma. Tapi lebih dari itu, mereka membawa perhatian, pendengaran yang tulus, serta sapaan hangat yang mengobati rasa rindu warga akan kehadiran tangan-tangan peduli.
Tak sekadar memberikan obat, para prajurit duduk bersila bersama warga, mendengarkan keluh kesah, memberi saran untuk pola hidup sehat, dan sesekali tersenyum atau tertawa bersama. Dalam keakraban yang terbangun, batas antara tentara dan rakyat seakan lenyap—yang ada hanyalah sesama manusia yang saling menjaga.
Albert Kelami, salah satu warga yang tinggal di kampung tersebut, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Kami sangat terbantu, apalagi di kampung ini jauh dari fasilitas kesehatan. Kehadiran Abang-abang TNI membuat kami merasa lebih diperhatikan dan tidak sendiri,” tuturnya dengan mata berbinar.
Bagi Satgas Yonif 512/QY, kehadiran mereka di perbatasan bukan hanya soal menjaga kedaulatan, tapi juga tentang merawat harapan. Di tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota, di mana akses kesehatan menjadi tantangan, mereka memilih untuk hadir, mendekat, dan menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Papua.
Rumah panggung itu merekam momen kebersamaan antara tentara dan rakyat yang saling merangkul, membuktikan bahwa kasih sayang tak mengenal batas wilayah. Dan seperti pepatah yang sering terucap: TNI kuat karena rakyat, dan rakyat kuat karena TNI.
Editor : Redaksi Potret























































