JAYAPURA, Redaksipotret.co – Aktivitas di Pelabuhan Jayapura menjelang arus mudik Lebaran hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan signifikan.
General Manager PT Pelindo Regional 4 Cabang Jayapura, Ramdan Affan Kiai Demak mengatakan, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa untuk wilayah timur Indonesia, arus mudik lebaran tidak berdampak sebesar arus mudik natal dan tahun baru.
Tetapi, di bawah koordinasi Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP, Pelindo terus berupaya memberikan pelayanan maksimal. Salah satunya adalah melakukan perbaikan fasilitas terminal penumpang.
“Beberapa yang kami lakukan antara lain tangga turun di terminal dibuat sebaik mungkin agar penumpang nyaman, kemudian pemasangan kanopi baru,” ujarnya, Senin, 9 Maret 2026.
Ramdan bilang, pemasangan kanopi diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi penumpang, mengingat kapasitas terminal yang terbatas.
“Harapan kami, fasilitas baru ini dapat memberikan dampak langsung bagi penumpang yang menggunakan Pelabuhan Jayapura,” ucapnya.
Sementara itu, aktivitas bongkar muat peti kemas mengalami penurunan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, lantaran masa itu belum ada kepala daerah defenitif.
“Kemudian, adanya pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) dan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, juga menjadi penyebab menurunnya aktivitas di Pelabuhan Jayapura,” ungkap Ramdan.
Pada 2026 ini, Pelindo Jayapura memprediksi kinerja meningkat sejalan dengan stabilisasi pemerintahan daerah.
Ramdan mengatakan, target pertumbuhan kinerja ditetapkan sebesar 2,5 persen, seperti tahun-tahun sebelumnya.
Terkait trafik pelabuhan hingga Februari 2026, untuk ekspor sebanyak 74 box, masing-masing 72 box 20 feet kayu tujuan Shanghai, Cina dan 2 box 40 feet ikan tujuan Amerika Serikat. Rata-rata ekspor perbulan sebanyak 14 box.
Sementara, arus penumpang keluar dan masuk sebanyak 18.971 orang dan arus peti kemas 14.635 TEUs.(Syahriah)

























































