JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pemuda Panca Marga (PPM) menyoroti sistem pengamanan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hingga pemasangan kamera pengawas atau CCTV di lingkungan Kantor Pemerintahan Kabupaten Jayapura.
Ketua PPM Kabupaten Jayapura, Nelson Yohosua Ondi atau NYO menilai sistem pengawasan oleh Satpol PP masih lemah dan dianggap turut menjadi penyebab kantor pemerintahan di komplek Kantor Bupati Jayapura sering dilanda kebakaran.
“Menjadi catatan serius, karena peristiwa kebakaran di Kabupaten Jayapura sering terjadi,” kata NYO di Sentani, Sabtu (2/9/2023) dinihari.
Sebelumnya, kata NYO, kebakaran terjadi di kantor Bappenda yang sampai hari ini belum diketahui penyebab pasti.
“Kemudian, kebakaran kedua terjadi di pasar Pharaa, kantor KPU dan tiga kantor pemerintahan lainnya yang berada satu kompleks pada 17 Agustus lalu. Dan kebakaran kantor pemerintahan kembali terjadi Jumat malam,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa perlu evaluasi total sistem pengamanan di kompleks Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah Sentani, termasuk anggota Satpol PP dan meminta pengamanan diberikan kepada pihak TNI dan Polri.
“ Mereka ditugaskan ke tempat atau fungsi lain. Pengamanan bisa langsung diambil alih oleh TNI-Polri, karena obyek vital negara, maka kantor pemerintahan harus dijaga, apalagi menjelang pelaksanaan Pemilu serentak 2024,” ucapnya.
Dia juga meminta sistem keamanan di kediaman dinas Pj Bupati Jayapura harus dirombak total untuk mencegah indikasi merongrong kepemimpinan Triwarno Purnomo.
NYO yang juga Ketua Badan Pengawas Perusda Baniyaudan Ketua Umum BPC Hipmi Kabupaten Jayapura ini menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu dirinya telah bersuara terkait anggaran keamanan di Kabupaten Jayapura yang dinilai perlu ada penambahan.
“Karena kami melihat bahwa sistem keamanan dari Satpol PP di Gunung Merah itu tidak mampu, untuk menjamin keamanan di lingkungan kantor pemerintahan,” kata NYO.
Dia turut menyoroti oknum Satpol PP yang melakukan intimidasi secara verbal kepada wartawan saat meliput kebakaran kantor Kemenag Kabupaten Jayapura.
Selain menyoroti sistem pengamanan, NYO juga menyoroti soal petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Jayapura.
Menurutnya, keterlambatan petugas Damkar tiba di lokasi kebakaran dan juga kurang memadainya sarana prasarana menjadi sorotan terhadap kinerja mereka yang kurang efektif.
“Kami minta Pj Bupati Jayapura mengevaluasi atau memindahkan kantor Damkar yang berada di samping kantor Bank Papua Cabang Sentani, karena kami melihat sendiri terkadang digunakan sebagai tempat pesta miras,” kata NYO.
Terkait CCTV yang belum terpasang di area Kantor Bupati Jayapura, NYO mengungkapkan, lantaran pada sidang APBD Perubahan yang telah disetujui oleh fraksi DPR Kabupaten Jayapura tidak dianggarkan.
“Situasi dan kondisi yang terjadi tidak boleh dianggap remeh, terlebih berulangkali terjadi. Bahkan ada tempat kejadian di wilayah Papua yang secara nyata diklaim oleh kelompok tertentu dengan mengeluarkan pernyataan bahwa mereka yang bakar,” ucapnya.
Penulis : Muhammad Irfan Editor : Syahriah Amir




















































