MIMIKA, Redaksipotret.co – Sebanyak 20 prajurit TNI korban kontak tembak dengan Kelompok Separatis Teroris (KST) berhasil dievakuasi dari Mugi kabupaten Nduga, Papua Pegunungan ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (19/4/2023).
Dikutp dari pasificpos.com, dari 20 korban, 16 orang selamat, empat meninggal dunia. Para korban ditemukan setelah dilakukan pencarian selama dua hari oleh Tim Gabungan TNI dan Polri.
Para korban kontak tembak dievakuasi menggunakan Heli Penerbad Bolco BO-105/HS-7108 dengan Pilot Mayor Cpn Lutfi Dian (Perrbantuan Aircover), Heli Penerbad Bell-412 EP A/C HA-5232 dengan pilot Kapten Cpn Dimas, Heli Penerbad Bell-412 HA-5181 dengan pilot Lettu Cpn Hadi Prayitno dan Heli Caracal TNI AU EC-725 A/C HT-7201 yang dipiloti Mayor Pnb Boy Nanang.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Herman Taryaman, para Prajurit TNI diserang dan ditembak oleh gerombolan KST dan berpencar saat mengevakuasi jenazah Pratu Miftahul Arifin Prajurit Satgas Yonif R 321/GT di Mugi-Mam Nduga pada Sabtu (15/4/2023).
‘’Puji syukur berkat dukungan, support dan doa dari semua pihak, Tim Gabungan TNI Polri berhasil menemukan empat Prajurit TNI termasuk didalamnya Pratu Miftahul Arifin yang dalam proses pencarian dengan kondisi meninggal dunia,’’ kata Kapendam dalam keterangan tertulis.
Adapun keempat Prajurit tersebut yaitu (Alm) Pratu A, Pratu I, Pratu K dan Prada S. Saat ini keempat prajurit yang gugur tersebut telah dievakuasi ke RSUD Timika Kabupaten Mimika.
Penulis : Redaksi Potret Editor : Syahriah Amir























































