JAYAPURA, Redaksipotret.co – Penolakan terhadap rencana pembukaan tambang nikel di kawasan Gunung Cycloop, Kabupaten Jayapura, terus menguat.
Kali ini, suara tegas datang dari Anggota Komisi I DPR Papua, Benhur Yudha Wally, yang juga Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Jayapura dan Sekretaris Fraksi NasDem DPR Papua.
Benhur menyatakan sikap tegas menolak rencana pertambangan tersebut karena kawasan Gunung Cycloop merupakan wilayah sakral dan menjadi sumber kehidupan masyarakat adat setempat.
“Aliansi kami menolak dengan tegas dan keras rencana pembukaan tambang nikel di kawasan Gunung Cycloop,” tegas Benhur Yudha Wally dilansir dari laman Pasificpos.com, Rabu (16/7/2025).
Benhur menyatakan bahwa persoalan ini akan dibawa ke ranah legislatif guna mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan parlemen.
Dia menambahkan bahwa Fraksi NasDem akan menampung seluruh aspirasi masyarakat adat, khususnya dari kampung-kampung sekitar Gunung Cycloop hingga Depapre, untuk dijadikan dasar dalam pembahasan lanjutan di DPR Papua.
Benhur pun mengungkapkan bahwa meskipun belum ada aktivitas tambang yang tampak secara fisik di lapangan, namun proses perencanaan telah berlangsung sejak lama.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sejak tahun 2006 telah dilakukan penelitian dan kontrak karya antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan pihak tertentu terkait wilayah tersebut.
Benhur juga menyampaikan bahwa Majelis Rakyat Papua (MRP) telah menyatakan dukungan terhadap sikap penolakan yang disuarakan oleh AMAN Jayapura.
“Langkah awal yang penting adalah membuat kesepakatan bersama: apakah proses ini akan dilanjutkan atau dihentikan. Tidak boleh ada keputusan sepihak, apalagi mengabaikan suara masyarakat adat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), menyuarakan penolakan tegas terhadap rencana aktivitas pertambangan, termasuk pengolahan tambang nikel, di kawasan Pegunungan Cycloop.
Dalam pernyataannya, BTM menegaskan bahwa Cycloop bukan sekadar bentang alam biasa, melainkan tanah sakral dan sumber kehidupan bagi masyarakat adat Tabi.
“Cycloop adalah Mama. Cycloop adalah jantung kehidupan orang Tabi. Tanah sakral yang tidak boleh diganggu, apalagi dirusak,” tegas BTM di Jayapura.
Editor : Syahriah Amir



























































