JAKARTA, Redaksipotret.co – PT Pertamina Patra Niaga menutup tahun 2025 dengan pencapaian positif dan siap menapaki tahun 2026 dengan memperkuat peran strategisnya dalam menjaga ketahanan energi, pemerataan layanan, serta percepatan inovasi energi berkelanjutan.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa capaian sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memastikan energi tetap hadir secara andal bagi masyarakat.
“Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan negara dengan menjaga realisasi penyaluran BBM subsidi tetap sesuai dengan kuota dan ketentuan pemerintah,” ucapnya, Jumat, 9 Januari 2026.
Realisasi penyaluran BBM Subsidi Solar mencapai 98,7 persen, Minyak Tanah tercatat 97,6 persen, sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1 persen dari kuota nasional. Tingkat realisasi ini mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi nasional.
Konsumsi BBM non subsidi, menunjukkan tren pertumbuhan positif. Dimana jika dibandingkan realisasi konsumsi tahun 2024, realisasi konsumsi Pertamax naik 20 persen, Pertamax Turbo naik 75 persen, Dexlite naik 11 persen dan Pertamina Dex naik 36 persen.
Bahkan pada 2025, konsumsi BBM non subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95 naik hingga 117 persen didukung dengan perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah hingga 71 outlet.
Sehingga total outlet Pertamax Green 95 saat ini sebanyak 177 SPBU, seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan titik layanan di berbagai wilayah strategis.
Pada sektor LPG, penyaluran LPG subsidi 3 kilogram sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77 persen dari kuota nasional.
Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kilogram telah terlayani oleh pangkalan resmi.
Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan, Bright Gas 5.5 kg naik 13 persen dan Bright Gas 12 kg naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, Pertamina Patra Niaga mendukung program Koperasi Desa Merah Putih melalui dukungan outlet LPG dan SPBUN yag dikelola oleh Koperasi Nelayan. (Rilis)























































